Suatu Hari Yang Melelahkan


            “Hoaaam” sembari membuka mulut lebar-lebar. Pagi ini entah mengapa aku merasa sangat malas sekali untuk beranjak dari tempat tidur. Tapi aku harus bangun dan bergegas untuk pergi kekampus. Mandi, gosok gigi, dan sedikit sarapan, lalu aku berangkat menggunakan kendaraan berroda dua, apalagi kalau bukan motor. Setiba aku dikampus perlahan aku jalan menuju lift, meski ada tangga aku tetap memutuskan untuk menggunakan lift karena hari ini aku mempunyai firasat yang tidak nyaman karena suatu hal. Meski sebenarnya menggunakan tangga jauh lebih baik untuk memperkuat tulang kaki kita. Ceklek! Setelah aku membuka pintu langsung memutuskan untuk menuju kursi yang kosong. Tidak tahu hari ini harus seperti apa dan bagaimana. Banyak sekali tugas yang telah aku selesaikan kemarin dan apa hari ini aka nada tugas lagi. Daripada terlalu banyak melihat dan tidak melakukan sesuatu lebih baik aku membuka laptop saja.
            Kling! Suara notifikasi, ternyata aku mendapat sebuah pesan.
From  : 082xxxxxxx
To     : Riyan

            Saya tunggu hari ini dikirim ya. Setelah itu kamu akan mendapatkan bayaranmu.

Salam,
Kepala redaksi

            YaTuhan, kenapa aku bisa lupa begini. Belum sempurna aku membuatnya. Aplikasi ini bagaimana bisa selesai dalam waktu sehari jika hari ini aku tetap mengikuti mata kuliah aktif. Baiklah aku akan mempergunakan waktu sebaik mungkin.
            Hayoloh, yan tugas matematika sudah belum ? sebentar lagi dosen masuk “. Ucap temanku yang tiba-tiba menepuk punggungku.
            “Hah! Tugas? Serius yang mana? “ jawabku dengan cepat.
            “Tugas yang dikertas A4 itu”
            “Belum…argh!” ucapku sembari mengacak-ngacak rambut. Ada apa hari ini mengapa semua terasa berat dari aku bangun dipagi hari tadi. Deadline semua hari ini. Perlahan aku menutup mataku membiarkan semuanya kembali tenang. Setelahh itu aku memilih untuk mengerjakan tugas matematika terlebih dahulu setelah itu aku melanjutkan untuk mengerjakan projek ini.
1 jam
2 jam
3 jam
.
.
10 jam telah berlalu
            Akhirnya semua telah selesai. Aku memutuskan untuk pulang kerumah dan beristirahat. Lelah sekali hari ini, terseret-seret aku berjalan. Buk! Nyaman sekali aku berbaring, seperti sudah berthaun-tahun tidak bertemu dengan tempat tidur. Sebenarnya apa yang aku lakukan hari ini adalah kesalahan yang aku lakukan sebelum hari ini. Dan aku tidak akan mengulangi untuk kedua kalinya. Menunda suatu pekerjaan adalah suatu keburukan yang bisa berakar. Maka kita tidak boleh seperti itu.
Previous
Next Post »