Kamarku

          


            Perlahan aku menaiki tangga untuk menuju ke kamarku. Satu persatu anak tangga aku lewati. Hingga akhirnya aku tiba diujung tangga dan pertama kali yang aku lihat adalah sekumpulan mainan kesukaanku seperti teleskop yang persis ada didepan kaca besar yang menghadap keluar dan disamping sebelah kanan teleskop ada meja yang berisi tumpukkan buku dan kertas hasil pengamatanku, dan jika aku melihat kesebelah kiri ada rak yang berisikan buku-buku perbintangan, novel dll. Aku memutuskan untuk menuju pintu kamarku yang berada disebelah rak buku. Perlahan aku membuka pintu dan melihat kamarku yang terlihat sangat sederhana. Bukk! “Arrrgh” terasa lelah sekali hingga aku memutuskan untuk menjatuhkan tubuhku kekasur dan menenggelamkan kepalaku dalam-dalam pada bantal. Rasa lelah ini biasanya akan hilang jika aku membiarkan semuanya lepas dan terbang terbawa angin. Aku memutuskan untuk menyalakan televisi yang tepat berada didepan ku jika aku memposisikan duduk. Melihat disebelah kananku ada kaca yang ditutupi oleh gorden berwarna abu-abu keemasan. Jika aku melihat disebelah kiriku terdapat lemari pakaian yang minimalis.
            Sederhana sekali bukan. Jika aku ingin belajar aku memutuskan untuk belajar diluar, didepan kamarku sembari melihat keindahan malam dan ditemani oleh bintang dan bulan. Aku bukan seperti kebanyakan orang yang selalu banyak barang-barang didalam kamar. Karena bagiku kamar adalah tempat untuk beristirahat.

Previous
Next Post »