Pernikahan Dini

   


            Pernikahan dini banyak sekali menjadi kontroversi. Banyak yang berpendapat boleh dan tidak boleh. Pernikahan dini juga memiliki banyak sekali dampak negatif, bukan hanya pada diri sendiri melainkan bisa berdampak buruk bagi Negara. Pernikahan dini sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan. Karena secara reproduksi pun belum siap untuk wanita dibawah usia 17 tahun. Saat ini Negara melegalkan pernikahan dilakukan mulai dari umur 18 tahun dan itu juga sebagai upaya menjamin hak konstitusional perempuan.
            Pernikahan dini memang sebenarnya tidak boleh terjadi karena banyak sekali dampak negatifnya daripada dampak positifnya. Diantaranya adalah terputusnya pendidikan, kemiskinan berkelanjutan, kehilangan kesempatan bekerja, tercabut dari keluarga sebelum siap, mudah bercerai, anak kurang cukup perhatian, mengalami keterlambatan berkembang dan penyimpangan perilaku.
Dr. Julianto Witjaksono menerangkan banyak terjadi resiko penyakit dan kelainan terutama saat kehamilan muda. “Karena secara biologis perempuan dibawah usia 20 tahun belum siap, sehingga resikonya sangat tinggi bagi ibu dan bayi.” Kata Staf Pengajar Fakultas Kedokteeran Universitas Indonesia (UI) ini saat memberikan keterangan diruang sidang MK, Senin (29/9).
            Karena rentang usia perkawinan yang paling aman bagi seorang wanita adalah 20-35 tahun. Pada usia itu, seorang wanita sudah masuk dalam kategori usia dewasa muda. Saya sangat setuju jika pernikahan dini dilarang keras oleh Negara karena dengan begitu Negara sudah menyelamatkan atau mengurungi angka kematian wanita diusia muda. Memang seharusnya pernikahan dini tidak terjadi. Hanya saja banyak orang berpendapat lebih baik dinikahkan daripada melakukan zina. Bukankah lebih baik tidak pacaran yang membawa dampak neatif seperti mengajak berzina dan sebagainya. Dengan begitu akan berkurangnya tingkat pernikahan diusia muda.
            Pernikahan dini seharusnya tidak terjadi. Jadi, ini anjuran untuk kita semua bahwa pernikahan dini sangatlah berbahaya baik untuk ibu dan janinya.
First